Beranda > Industri & Perekonomian > Profil Dan Scope Bidang Usaha Industri Pembibitan dan Export Udang PT. Dipasena Citra Darmaja

Profil Dan Scope Bidang Usaha Industri Pembibitan dan Export Udang PT. Dipasena Citra Darmaja

Profil Perusahaan:

PT Dipasena Citra Darmaja didirikan pada 23 Oktober 1987 dan pada tahun yang sama, telah diberikan konsesi pertama untuk mengembangkan 16.250 hektar lahan pasang surut yang sebelumnya tak berpenghuni di Propinsi Lampung, Sumatera Selatan. Perusahaan menyelesaikan konversi lahan menjadi fasilitas akuakultur yang terintegrasi dengan 18.064 tambak (sebanyak 3.613 hektar areal budidaya) dan infrastruktur pendukung termasuk 1.300 kilometer kanal inlet dan outlet. Perusahaan ini juga mengembangkan fasilitas penyimpanan pengolahan dan dingin di tempat yang sama dan mulai proses udang pada tahun 1990. PT. Perusahaan mengakuisisi pabrik pengolahan pakan udang, PT. Bestari Indoprima in November 1996.. Pada tahun 1992, perusahaan mulai mengekspor udang ke Amerika Serikat dan menerima izin dari Food and Drug Administration (FDA) Departemen Amerika Serikat untuk produk yang harus diimpor tanpa penahanan otomatis pada tahun 1993.

            Pada bulan Juni 1997, Dipasena Group tumbuh keluar kolam dan fasilitas pengolahan sumber asli situsnya 16.250 hektar dianggap menjadi zona ekspor, memungkinkan Grup Dipasena untuk mengimpor dan mengekspor produk-produk dari daerah ini tanpa harus membayar pajak atau tugas, dan juga berarti bahwa semua produk yang dihasilkan di situs harus diekspor. Semua penjualan udang Dipasena Group berada melalui distributor dengan siapa hubungan telah dipertahankan dalam 10 tahun terakhir. Kelompok Usaha Dipasena menyadari implikasi lingkungan dan sosial yang berkaitan dengan kegiatan budidaya udang dan untuk meminimalkan dampak kegiatannya terhadap lingkungan. Dua pemecah gelombang sekitar 300 m dibangun untuk mengurangi lumpur dan polutan dari memasuki saluran inlet, yang digunakan untuk mendapatkan air laut dari laut. Grup juga mempertahankan sabuk hijau mangrove antara 4-700 m lebar di sepanjang garis pantai. mangrove yang melindungi pantai dari erosi dan membantu menjaga kualitas air dengan menyerap beberapa nutrisi limbah.. Kelompok Usaha Dipasena dipelihara sekitar 24.233 hektar hutan Bakau juga memberikan habitat bagi banyak spesies krustasea dan sirip ikan.

Scope Bidang Usaha

Pada awal tahun 1990-an, sebuah megaproyek industri budi daya udang yang pertama dan terbesar dibangun di Indonesia. Proyek berskala besar ini menggunakan konsep tambak inti rakyat (TIR) dan menghimpun puluhan ribu tenaga kerja. Tambak modern ini kemudian dikenal dengan PT Dipasena Citra Darmaja (DCD), yang kini berganti nama menjadi PT Aruna Wijaya Sakti. DCD membangun tambak di areal konsesi seluas 16.250 hektar dari 30.000 hektar cadangan yang diberikan Pemda Provinsi Lampung dengan 16 blok. Investasi DCD memang tidak tanggung-tanggung. Selain membangun tambak, kawasan yang semula berupa rawa, juga ditata menjadi tujuh areal infrastruktur seluas 753.28 hektar dan sebuah infrastruktur Tata Kota seluas 1.000 hektar. DCD juga membangun dermaga ekspor khusus untuk pengapalan udang segar ke mancanegara. Kawasan yang belakangan populer dengan nama “Bumi Dipasena”, berubah menjadi kota pantai yang mentereng, lengkap dengan berbagai prasarana dan sarana perkotaan. Selain infrastruktur tambak juga dibangun sarana penunjang aktivitas usaha tambak udang. Seperti, jalan, perumahan karyawan, pasar lokal, koperasi, lapangan olah raga, tempat ibadah dan fasilitas penting perusahaan seperti perkantoran, pabrik pakan dan gudang pakan, instalasi pendingin (cold storage), koperasi, dan lain-lain. Sejak adanya DCD di Provinsi Lampung, sumbangan devisa yang diberikan dari tahun 1995 hingga 1998 selalu meningkat. Pada tahun 1991, mereka memproduksi 1.873 ton udang windu yang melonjak menjadi 11.068 ton pada 1994. Setahun kemudian naik menjadi 16.250 ton. Ekspor udang sebagian besar dilempar ke pasaran Jepang, Amerika Serikat dan sebagian negara-negara Eropa. Citra Indonesia di mata dunia, pada tahun 1997, sempat terangkat sebagai produsen udang terbesar kedua di dunia. Kontribusi yang tidak sedikit, bahkan boleh dibilang sangat besar, diberikan oleh tambak udang terpadu DCD.

  1. 28 April 2014 pukul 07:37

    I do trust all the ideas you’ve presented for your post.
    They are really convincing and will certainly work. Nonetheless, the posts are too quick for beginners.

    Could you please lengthen them a little from subsequent time?

    Thank you for the post.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: