Arsip

Archive for the ‘Analisis Perancangan Kerja & Ergonomi’ Category

MTM: Antara ini dan itu!!

21 Januari 2010 Tinggalkan komentar

Memasuki semester 6, KEsibukan pasti akan bertambah. SAlah satunya adalah mulai aktifnya saya sebagai asisten lepas laboratorium teknik industri menengah. Sebagai hasil rapat mengenai praktikum APK 1 semster 6 nanti, saya mendapat tugas untuk menyusun modul MTM (methods time measurement) bersama Ares Wibisono dan Hendri TAnias.

Methods Time Measurement (MTM) adalah suatu sistem penetepan awal waktu baku (predetermined time standard) yang dikembangkan berdasarkan studi gambar gerakan-gerakan kerja dari suatu operasi kerja industri yang direkam dalam film. Sistem ini didefinisikan sebagai suatu prosedur untuk menganalisa setiap operasi atau metode kerja ke dalam gerakan-gerakan dasar yang diperlukan untuk melaksanakan kerja tersebut, dan kemudian menetapkan standard waktu dari masing-masing gerakan tersebut berdasarkan macam gerakan dan kondisi-kondisi kerja masing-masing yang ada.

Baca selengkapnya…

Peta kelompok kegiatan kerja setempat

15 November 2009 Tinggalkan komentar

1. Peta Pekerja dan Mesin

Peta pekerja dan mesin dan peta tangan kiri dan tangan kanan dapat digunakan sebagai alat untuk mempermudah perbaikan suatu sistem stasiun kerja, sehingga dicapai suatu keadaan normal (Sutalaksana,2006). Peta pekerja dan mesin dapat dikatakan merupakan suatu grafik yang menggambarkan koordinasi antara waktu bekerja dan waktu menganggur dari kombinasi antara pekerja dan mesin.

Informasi penting yang diperoleh melalui peta pekerja dan mesin ialah hubungan yang jelas antara waktu kerja operator dan waktu operasi mesin yang ditanganinya. Peningkatan efektifitas penggunaan dan perbaikan keseimbangan kerja dapat dilakukan, misalnya dengan cara:

    Baca selengkapnya…

Peta kelompok kegiatan kerja keseluruhan

15 November 2009 2 komentar

1. Peta Proses Operasi
Peta proses operasi adalah peta kerja yang menggambarkan urutan kerja dengan jalan membagi pekerjaan tersebut ke dalam elemen-elemen operasi secara detail. Di sini tahapan proses operasi kerja harus diuraikan secara logis dan sistematis. Dengan demikian seluruh operasi kerja dapat digambarkan dari awal sampai menjadi produk akhir, sehingga analisa perbaikan dari masing-masing operasi kerja secara individual maupun urut-urutannya secara keseluruhan akan dapat dilakukan (Sritomo, 2006).

Dengan adanya informasi-informasi yang bisa dicatat melalui peta proses operasi, dapat diperoleh banyak manfaat di antaranya dapat mengetahui kebutuhan akan mesin dan penganggarannya, memperkirakan kebutuhan akan bahan baku, sebagai alat untuk menentukan tata letak pabrik dan untuk latihan kerja, dan lain-lain (Sutalaksana, 2006).
Baca selengkapnya…

Peta-Peta Kerja

15 November 2009 5 komentar

Pengertian Peta Kerja

Peta kerja atau sering disebut peta proses (process chart) merupakan alat komunikasi yang sistematis dan logis guna menganalisa proses kerja dari tahap awal sampai akhir. Melalui peta proses ini dapat diperoleh informasi-informasi yang diperlukan untuk memperbaiki metoda kerja, antara lain:

  1. Benda kerja, berupa gambar kerja, jumlah, spesifikasi material, dimensi ukuran pekerjaan, dan lain-lain.
  2. Macam proses yang dilakukan, jenis dan spesifikasi mesin, peralatan produksi, dan lain-lain.
  3. Waktu operasi untuk setiap proses atau elemen kegiatan di samping total waktu penyelesaiannya.
  4. Kapasitas mesin ataupun kapasitas kerja lainnya yang dipergunakan.
  5. Dan lain sebagainya.

Lewat peta-peta ini dapat dilihat semua langkah atau kejadian yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik hingga sampai akhirnya produk jadi dan siap dipasarkan. Apabila dilakukan studi yang seksama terhadap suatu peta kerja, maka pekerjaan dalam usaha memperbaiki metode kerja dari suatu proses produksi akan lebih mudah dilaksanakan. Perbaikan yang mungkin dilakukan antara lain dapat menghilangkan operasi-operasi yang tidak perlu. Pada dasarnya semua perbaikan tersebut ditujukan untuk mengurangi biaya produksi secara keseluruhan (Sritomo, 2006).
Baca selengkapnya…

LA Peta-Peta Kerja

15 November 2009 2 komentar

Abstrak

Pembuatan peta-peta kerja pada produk memo gantung didasari keinginan diterapkannya peta kerja pada produk agar proses pembuatan produk yang sama berikutnya dapat meningkatkan efisiensi antara tenaga, waktu, dan bahan yang digunakan. Pembuatan peta kerja ditujukan untuk mengetahui proses pembuatan memo gantung, mengetahui waktu pengerjaan memo gantung, mengetahui persentase peranan mesin dan operator serta mengetahui keseimbangan tangan kanan dan tangan kiri operator. Peta kerja merupakan suatu acuan bagi pekerja dalam menyelesaikan pekerjaannya. Dengan membuat peta kerja, dapat dilihat beberapa proses yang dialami oleh suatu benda kerja dari mulai masuk ke pabrik hingga menjadi produk jadi dan siap dipasarkan. Peta kerja yang dibuat terdiri dari 21 peta, yaitu satu peta proses operasi, lima peta aliran proses, lima diagram aliran, lima peta pekerja dan mesin serta lima  peta tangan kiri dan tangan kanan. Berdasarkan peta kerja yang dibuat dapat ditarik kesimpulan bahwa total waktu yang dibutuhkan operator untuk membuat memo gantung adalah satu jam lebih enam menit. Nilai persen penggunaan pada orang untuk setiap komponen adalah 100% yang berarti operator selalu bekerja, sedangkan untuk mesin-mesin nilai persen penggunaan tidak terlalu besar karena mesin cenderung lebih banyak menunggu. Pada peta tangan kiri dan tangan kanan, dapat dikatakan bahwa tangan kanan operator lebih pasif dari pada tangan kiri operator.

 

Kata Kunci: Peta Kerja Keseluruhan, Peta Kerja Setempat, Memo Gantung.

Penyesuaian Dan Kelonggaran

15 November 2009 Tinggalkan komentar

Penyesuaian

Penyesuaian dilakukan untuk menormalkan ketidakwajaran yang terjadi selama pekerjaan berlangsung. Ketidakwajaran yang dapat terjadi misalnya bekerja tanpa kesungguhan, sangat cepat seolah-olah mengejar waktu, atau karena menjumpai kesulitan-kesulitan dalam bekerja.

Penyesuaian dilakukan dengan mengalikan waktu siklus rata-rata atau waktu elemen rata-rata dengan suatu harga p yang disebut faktor penyesuaian. Bila operator bekerja di atas normal (terlalu sepat), maka harga p > 1. Bila operator dipandang bekerja di bawah normal, maka harga p < 1. Bila operator bekerja dengan wajar maka harga p = 1 (Sritomo, 2006).
Baca selengkapnya…

PERINGKAT KINERJA OPERATOR

15 November 2009 Tinggalkan komentar

Abstrak

Secara garis besar, teknik-teknik pengukuran waktu dibagi ke dalam dua bagian, yaitu pengambilan data secara langsung dan pengambilan secara tidak langsung. Salah satu dari pengukuran waktu secara langsung adalah pengukuran dengan jam henti. Berdasarkan metode tersebut dilakukan simulasi pembuatan produk berupa tas jinjing. Langkah-langkah pembuatan tas jinjing memiliki alur yang sistematis sesuai dengan apa yang terjadi pada saat perakitan. Maksud pembuatan laporan akhir ini adalah untuk mengetahui cara pembuatan tas jinjing, mengetahui keseragaman data masing-masing operator, mengetahui kecukupan data masing-masing operator dengan menggunakan tingkat ketelitian 5% dan tingkat keyakinan 95%, mengetahui waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku untuk membuat tas jinjing, mengetahui kinerja operator 1 dan operator 2, serta mengetahui kinerja rater 1 dan rater 2. Data yang dikumpulkan pada laporan akhir ini merupakan data waktu produksi untuk setiap tas jinjing. Data waktu ini terdiri dari waktu aktual dan waktu estimasi. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa keseragaman data yang diperoleh dari kedua operator menyimpang sekitar 50% dari batas kontrolnya. Pada pengujian kecukupan data untuk memenuhi tingkat ketelitian 5% dan tingkat keyakinan 95%, operator pertama memerlukan pengamatan tambahan sebanyak 7 kali pengamatan lagi, sedangkan pada operator kedua diperlukan pengamatan sebanyak 30 kali. Kedua rater belum bisa dikatakan layak karena banyaknya data yang menyimpang dari garis normal dan penyimpangan tersebut melebihi batas maksimum seorang rater, yaitu 5%. Waktu baku yang diperlukan bagi kedua operator adalah hampir sama, yaitu sekitar 0,08 jam.

 

Kata Kunci: Kinerja Operator, Kinerja Rater, Tas Jinjing.

LA APK & E2 DISPLAY

2 November 2009 4 komentar

Abstrak

Pada kehidupan sehari-hari tanpa disadari, sesungguhnya masyarakat telah banyak menemukan alat peraga atau display walaupun dalam bentuk yang sangat sederhana, baik di rumah, di kantor, di industri-industri, atau tempat lain. Display merupakan bagian dari lingkungan yang menyampaikan informasi mengenai keadaannya kepada manusia.

Permasalahan yang muncul dan ingin penulis ketahui adalah bagaimanakah merancang sebuah display dalam bentuk blog yang sesuai dengan tipe-tipe dan prinsip-prinsip display. Maksud dari pembuatan laporan akhir ini adalah untuk mengetahui prinsip-prinsip blog yang digunakan pada blog, tipe-tipe display yang digunakan pada blog, merancang dan membuat blog dengan menggunakan salah satu CMS yang ada, serta kelebihan dan kekurangan dari blog yang telah dibuat.
Baca selengkapnya…

Kuali ERGONOMIS Buat Pa Acil

2 November 2009 1 komentar

Seperti diketahui bersama bahwa peralatan yang paling berperan dalam pembuatan masakan salah satunya adalah penggorengan atau yang lazim dikenal sebagai kuali. Ukuran dari kuali beraneka ragam, ada yang kecil, sedang, besar, dan bahkan ada yang sangat besar yang biasanya digunakan untuk membuat dodol. Kuali yang dibuat selama ini memiliki bentuk hampir menyerupai setengah bola dengan dua pegangan di kanan dan di kiri. Gambar 1 menunjukkan ukuran dari kuali yang biasanya digunakan sehari-hari. Bentuk pegangan tersebut selama ini dimanipulasi oleh beberapa pihak terkait yang memiliki tujuannya masing-masing.
Baca selengkapnya…

LA APK & E2 ANTROPOMETRI

2 November 2009 Tinggalkan komentar

Abstrak

Dalam kehidupan sehari-hari manusia dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk dapat bertahan hidup. Lebih spesifik lagi seorang pekerja harus dapat menyesuaikan berbagai fasilitas yang ada untuk menunjang pekerjaannya. Dengan demikian fasilitasberupa suatu produk yang dirancang pun harus disesuaikan dengan manusia sebagai pemakai. Produk yang dibuat kali ini adalah sebuah rak buku. Permasalahan yang muncul dan ingin penulis selesaikan adalah bagaimanakah cara mendapatkan data antropometri kelas 3ID01, bagaimana merancang sebuah rak buku yang sesuai dengan dimensi tubuh dari populasi kelas 3ID01, dan apakah rak buku yang dirancang dapat menciptakan kenyamanan bagi populasi kelas 3ID01. Maksud dari pembuatan laporan akhir ini adalah untuk mengetahui dimensi tubuh dari populasi kelas 3ID01, mengetahui tipe perancangan dan percentile yang digunakan untuk perancangan rak buku, mengetahui dimensi dan ukuran-ukuran yang akan digunakan pada pembuatan rak buku, merancang rak buku berdasarkan data antropometri yang telah ditentukan baik secara tiga dimensi dan dua dimensi, dan mengetahui kelebihan dan kekurangan dari rak buku yang telah dirancang dan membandingkan dengan rak buku yang sudah ada. Baca selengkapnya…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.